Kamis, 18 Juli 2013

Berkaca dari Macet

Suatu ketika jalan Raya Bogor didepan pasar Kramat Jati lagi di beton. Sehingga lalu lintas hanya bisa melewati satu lajur saja.Dan tentunya dampak kemacetannya luar biasa.

Dan sayapun terjebak dan tak berdaya didalamnya. Disebelah kanan saya Kawasaki Ninja 250 R yang perkasa, digerung gerungkan gasnya sehingga tampak makin garang. Disebelah kiri saya, Honda Astrea 800 tua yang sudah lusuh lengkap dengan knalpot yang ngebul. Suara ngik-ngik-ngik menunjukkan kerentaannya. Sementara saya menunggang Honda Suprax baru yang cantik. Kami semua bergerak dan berhenti bersama, seirama dengan ruang kosong yang tercipta.

Tiba tiba terbersit dalam pikiran saya, yang membuat bibir ini terukir senyum. Ternyata yang gagah perkasa, yang cantik molek, ataupun yang tua ringkih sama sama tidak berdaya dihadapan kemacetan. Itulah hakikat manusia, segagah apapun badan kita, secanggih apapun otak kita, secantik apapun paras kita , sebanyak apapun harta kita, kita tetap tidak berdaya dihadapan Allah.

Lantas, masih beranikah kita menyombongkan diri?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar